Penerapan Dmaic Dalam Penyesuaian Standard Lead Time Pada Quality Control Incoming PT X

Hendry Adrianus, Bella Eka Fianty, Harry Setyawan Firmansyah, Tirza Christina, Elsa Puspa Sari Wibisono

Sari


PT. X merupakan perusahaan consumer goods yang memproduksi es krim. Departemen Quality Control memiliki divisi Incoming yang dikhususkan untuk melakukan inspeksi terhadap bahan baku sebelum diproses di bagian produksi. Waktu yang dibutuhkan untuk melakukan inspeksi yaitu dari bahan baku datang sampai dengan bahan baku release atau reject disebut sebagai lead time. Lead time untuk packaging material PT. X tidak dapat mencapai target perusahaan. Target perusahaan adalah semua bahan baku yang masuk memiliki lead time yang sesuai dengan target yaitu maksimal satu hari. Penyesuaian standar lead time pada PT. X akan dilakukan dengan menggunakan metode DMAIC. Tahap D (Define) digunakan untuk mendeskripsikan masalah serta critical to quality(CTQ) yaitu golongan jenis bahan baku. Tahap M (Measure) digunakan untuk menentukan masalah prioritas yang akan menjadi prioritas perbaikan berdasarkan diagram pareto yaitu wrapper (56,46%), cup (14,97%), dan stick (8,16%). Tahap A (Analyze) digunakan untuk mencari penyebab terjadinya masalah. Tahap I (Improve) akan dilakukan untuk mencari tindakan perbaikan. Tindakan perbaikan yang dilakukan adalah menambah tenaga kerja, melakukan learning curve, menambah alat ukur, mengevaluasi jumlah sample dengan memperhitungkan workload, dan membuat ruang kerja khusus untuk divisi QC Incoming. Tahap terakhir yang dilakukan adalah tahap C (Control).

 

 

PT. X is a consumer goods company that produces ice cream. The Quality Control Department has an Incoming division which is specifically for conducting inspection of raw materials before being processed in the production section. The time needed to carry out inspections, namely from the raw material coming to the releasing time, is referred as the lead time. In fact lead time for packaging material of PT. X cannot reach the company's target. The company's target is that all incoming raw materials have a required lead time which is not more than one day. Standard lead time adjustments at PT. X will be done using the DMAIC method. Stage D (Define) is used to describe the problem and critical to quality (CTQ), which is the types of raw material group. Stage M (Measure) is used to determine priority issues that will be priority improvements based on Pareto diagram, namely wrapper (56.46%), cup (14.97%), and stick (8.16%). Stage A (Analyze) is used to find the cause of the problem. Stage I (Improve) will be conducted to look for corrective actions. The corrective action taken is to increase the workforce, conduct a learning curve, add a measuring instrument, evaluate the number of samples by calculating the workload, and make a special workspace for the Incoming QC division. The last step to do is stage C (Control).


Teks Lengkap: PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.