Ekowisata Mangrove Berkelanjutan Di Kota Surabaya Menggunakan Analisis Swot

Abdul Halik

Sari


Abstract

 

Tourism is one of the key drivers of socio-economic development in a number of major countries and regions, especially in the city of Surabaya. Mangrove ecotourism is a traditional model of tourism that is undergoing transformation that raises some fact that tourism has the characteristics that are plants that can be made the syrups, taffy, etc. On the east coast of Surabaya the mangrove forest is a very attractive destination, because in addition to ecotourism there are collection egret birds that live there as a transit point as well as other animals such as monkeys. Newer classifications of tourism sector in Wonorejo consider include: beach tourism, domestic tourism, cultural tourism, rural tourism, camping tours, marine tours, cruises and city tours. The coordinates on the X-axis strength variable or = 0.754 and weakness variable or Y axis = 0.055. It means that sustainable mangrove ecotourism in Wonorejo are in a favorable situation because it has a pretty good chance and strength so that should be applied in these circumstances is the aggressive growth policy or aggressive strategies. Resolution of issues that need to be done include : (1) Sustainable mangrove ecotourism can generate local tax revenues to finance infrastructure improvements and quality of service (schools, NGO, park and recreation, roads, etc.). (2) Sustainable mangrove ecotourism can stimulate the development of local companies dedicated to this activity. (3) Social and cultural awareness which leads to the formation of larger socio-cultural association to preserve the diverse tourist. (4) Sustainable mangrove ecotourism can contribute to forest rehabilitation and conservation, animal and building conservation, and environmental improvement. (5) The siding of Surabaya government in developing mangrove ecotourism to be more recognized by the public both inside and outside the country. Relying on technology to create sustainable rural tourism offering travelers up to their potential and increase the opportunity to enjoy the beauty of the beach and the sun. Coordination and planning of all initiatives in tourism, undertake the new threats and vulnerabilities emerge, encourage environmental sustainability and products competitive that meet the needs of more experienced people as well as all aimed at improving the current situation, not only economically but also socially.

 

Keywords : Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats

 

 

 

Abstrak

 

Pariwisata menjadi salah satu pendorong utama perkembangan sosial ekonomi di sejumlah negara besar dan daerah khususnya di Kota Surabaya.Ekowisata mangrove merupakan model pariwisatatradisional yang sedang mengalami transformasi yang menimbulkan beberapa kenyataan bahwa pariwisata memiliki ciriyakni tanaman  yang dapat dibuat sirup, dodol dll.Di pantai timur Kota Surabaya merupakan hutam mangrove yang menjadi  tujuan yang sangat menarik, karena selain ekowisata ada kumpulan burung kuntul yang hidup disana sebagai tempat transit serta hewan lain seperti kera.Klasifikasi yang lebih baru dari sektor pariwisata di Wonorejo  menganggap antara lain : wisata pantai, pariwisata domestik, wisata budaya, pariwisata pedesaan, wisata berkemah,  wisata bahari, wisata pesiar dan wisata kota.Titik koordinat berada pada variable kekuatan atau sumbu X = 0,754 dan variable kelemahan atau sumbu Y = 0,055. Artinya bahwa ekowisata mangrove berkelanjutan di Wonorejo berada pada situasi yang menguntungkan karena memiliki peluang yang cukup baik dan kekuatan sehingga yang harus diterapkan dalam kondisi ini adalah kebijakan pertumbuhan yang agresif atau strategi agresif.Penyelesaian masalah yang perlu dilakukan antara lain adalah : (1) Ekowisata mangrove berkelanjutan dapat menghasilkan pendapatan pajak setempat yang dapat membiayai perbaikan infrastruktur dan kualitaslayanan (sekolah, LSM, Taman dan rekreasi, jalan, dll). (2) Ekowisata mangrove berkelanjutan dapat merangsang perkembangan perusahaan lokal yang didedikasikan untuk kegiatan ini. (3) Kesadaran sosial dan budaya yang lebih besar mengarah pada pembentukan Asosiasi sosial-budaya yang beragam untuk menjaga kelestarian wisata tersebut. (4) Ekowisata mangrove berkelanjutan dapat berkontribusi untuk rehabilitasi dan pelestarian hutan, pelestarian hewan, bangunan dan perbaikan lingkungan. (5) Keberpihakan pemerintah Kota Surabaya dalam mengembangkan ekowisata mangrove agar lebih dikenal oleh masyarakat luas baik dalam maupun luar negeri.Mengandalkan teknologi untuk membuat menawarkan pariwisata pedesaan berkelanjutan sampai ke wisatawan potensial dan meningkatkan kesempatan mereka untuk menikmati keindahan pantai dan matahari.Koordinasi dan perencanaan seluruh inisiatif di pariwisata, mengatasi ancaman baru dan kelemahan yang timbul, mendorong kelestarian lingkungan dan  kompetitif produk yang memenuhi kebutuhan lebih berpengalaman serta semua masyarakatbertujuan  memperbaiki situasi saat ini, tidak hanya ekonomi tetapi juga sosial.

 

 

Kata Kunci : Kekuatan, Kelemahan, Peluang, dan  Ancaman


Teks Lengkap: PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.